Surat Untukku

Nak, kau tahu, hidup tidak hanya sesederhana melanjutkan sekolah, meniti jenjang akademis, karir dan apa yang kita imajinasikan sebagai kesuksesan. Tentu orang memuji kita, tapi apa kau tahu dibalik setiap pujian sering ada keirian? Dibalik kekaguman orang pada kita tak jarang terletak kebencian?

Kenanglah simbah yang kau papah ke kuburannya, di tanah nan becek sampai sarungmu berlumpur, ingatlah Bi Puro, Mang Aan di belakang rumah, Bu Liha, kemana Ahmad Rofi’i teman SDmu? Ibu Zaki yang dikubur di Sono Praloyo. Segala kemanusiaan mesti siap menyambut sakit, dan tentu mati.

Ibumu sudah menua, rambut putihnya sudah dimana-mana. Sedang Bapak telah senja dan sudah bersiap diri menuju kehidupan selanjutnya. Apakah tega kau meninggalkan mereka hanya demi imajinasimu, apalagi angka-angka yang manusia sepakati sebagai uang? Untuk apa kau mendalami puisi tentang orang tua, untuk apa agama melekat pada tubuhmu kalau orang tua saja kamu tinggalkan?

Mereka ingin kamu pergi, entah kemana. Merantau mungkin seperti yang lain kemudian tiap lebaran membawa sekarung uang, sederet. Tetapi, jika ingin tahu keinginan mereka yang sesungguhnya, lihatlah ketika mereka tidur. Ya! Kesepian. Berjuta-juta orang tua rela kesepian di negeri ini asal anaknya bahagia. Berjubel pula yang rela diinjak demi cita-cita anaknya. Sesungguhnya kota dan desa di negeri ini bukan kota dan desa lagi. Tapi hanya simbol: kota kaya dan desa melarat.

Tuhan bilang manusia harus pasrah tapi bukan menyerah. Hiduplah seadanya tapi bukan apa adanya. Sekedarnya tapi jangan ala kadarnya. Temani orang tuamu, sampai batas usia mereka. Niatkan untuk mengabdi pada mereka. Orang alim bilang: “sepanjang orang tuamu hidup, pintu doa masih terbuka lebar”

Nak, aku adalah dirimu yang lain. Mengingatkanmu bila kamu sedang lupa atau mungkin melemah.

Advertisements

One thought on “Surat Untukku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s